Selasa, 16 September 2014

6 TIPS MUDAH UNTUK MENDAPATKAN KETENANGAN HATI

By Unknown | At 20.36 | Label : | 0 Comments
6 TIPS MUDAH UNTUK MENDAPATKAN KETENANGAN HATI
1. Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri dan
percaya akan kemampuan yang kita miliki.
2. Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa pada
suatu yang bermanfaat.
3. Jangan mengingat penyesalan yg tdk pantas di sesali di masa lalu,
hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan
keputusan dan jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk
menjadi yang lebih baik.
4. Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di
ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.
5. Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta tapi
waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.
6. Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu pun
akan terbuka, ingatlah DIA, TUHAN pun akan ingat pada kita.

Senin, 15 September 2014

KISAH SUKSES ELANG GUMILANG MUDA BERKARYA

By Unknown | At 22.32 | Label : | 0 Comments
Saya sangat tertarik dengan kisah sukses Elang Gumilang tekadnya sangat kuat dan tekun dalam membangun wirausaha nya,dia bahkan mengawali bisnisnya dari bidang yang terkecil,sehingga tulus tekadnya membuahkan hasil,sebagai seorang wirausaha termuda itu bukanlah sekedar isapan jempol belaka karena karya dan karir nya sangat didedikasikan untuk masyarakat dalam pembangunan perumahan murah bagi kalangan bawah dia mendapatkan banyak perhatian dan pujian sehingga ia memperoleh penghargaan yang besar atas karirnya.
 
Berikut profilnya semoga itu semua membuat para mahasiswa dan mahasiswi menyadari muda itu bisa berbakat dan muda itu bisa digunakan untuk berkarya.

Elang Gumilang 24 tahun, mahasiswa sekaligus direktur utama sebuah pengembangan perumahan. Elang pernah muncul sebagai juara ketiga Marketing Games Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Universitas Trisakti. Ia juga juara pertama kompetisi Ekonomi SMA Se-Jabodetabek 2003 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Juara pertama Economic Contest di Institut Pertanian Bogor, tahun yang sama. Pada tahun 2006, di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, dia mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group. Bermodal awal Rp. 300 juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp. 17 miliar. “ Saya tergerak menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membelinya,” ujar Elang.
Elang membuat situs http://www.elanggumilang.com untuk menjaring mitra baru.
“saya menyeleksi wirausaha mandiri 2007, saya sependapat dengan juri, Elang anak muda berintuisi bisnis baik. Perhitungan dan cara berpikir bisnisnya jelas serta berani mengambil kesempatan. Elang punya potensi menjadi wirausaha sukses, masih perlu waktu dan ketekunan. Wajib menjaga kepercayaan dan perlu berdisiplin mengelola usaha. Dalam kmpetisi ketat, pengusaha harus berfokus dan pandai mengelola ambisi.” – Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Mandiri
“kondisi bangunan sesuai dengan harga. Listrik ada. Tapi belum ada fasilitas air ledeng. Air diambil dari sumur dengan mesin pompa air pemberian Elang Group. Kekurangan perumahan ini hanyalah tak ada tempat bermain untuk anak-anak.’- Dewi Fatimah, 35 tahun, pembeli Blok F Nomor 5, Bukit Warna Sari Endah, Cilebut.
Elang meraih penghargaan diantaranya;
• Wirausaha Muda Mandiri terbaik Indonesia 2007
• Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi 2008
• Man Of The Year 2008 dari TV One
• Indonesia Top Young entrepreneur 2008 dari Warta Ekonomi

Elang Gumilang Sukses di Usia 24 Tahun

Adalah Elang Gumilang (25) , wirausaha muda yang berada di balik pembangunan perumahan amat sederhana bertipe 22/60,mungil tapi fungsional tempat untuk pulang dan bernaung bagi mereka yang bisa terbilang miskin.Tangan dinginya menelurkan apa yang selama ini sangat jarang dilakukan pengembang kawakan – bermodal besar atau kecil – untuk membuat perumahan khusus orang miskin.
Selama ini bisnis properti sepertinya hanya untuk ditujukan bagi kaum berpunya , demikian Elang berpikir. Mereka yang papa dan membutuhkan tempar bernaung justru hanya punya mimpi untuk memiliki rumah sendiri. “Ada 75 juta penduduk negeri ini yang membutuhkan rumah. Ini peluang bisnis , tapi kita sekalian ibadah membantu orang juga, ” katanya.
TARGET 2000 RUMAH
Berayahkan seorang kontraktor , buat elang bukan hal mustahil mencoba segala jenis usaha. Ditambah sejumlah pertimbangan mendalam, awal 2005-tatkala ia masih menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) – ia mulai membeli sepetak tanah dan membangun rumah pertamanya. Modal diperoleh dari patungan bersama teman-temannya semasa SMA maupun kuliah. Rumah sederhana berukuran 22 meter persegi dengan luas tanah 60 meter persegi ini langsung pindah tangan ketika selesai dibangun. Terbukti, orang haus akan rumah murah seharga 23-37 juta rupiah itu.
Saat itu, jumlah pekerja Elang baru sekitar tujuh orang untuk mengurusi administrasi hingga pemasaran. Namun lambat laun , bisnisnya ini berakar, menggeliat, dan bertumbuh. Dari satu unit , bertambah menjadi tiga unit . Bertambah terus , sampai sudah sekitar lebih dari 200-an rumah dibangunnya. Target yang direncanakannya tak tanggung-tanggung. Perusahaan Semesta Guna Grup miliknya, ingin membangun 2.000 unit rumah sederhana. Dalam waktu setahun , investasi yang ditanamkan naik berlipat. Nilai jual objek pajak (NJOP) tanah yang tadinya hanya Rp 50 ribu misalnya, melejit hingga lima kali lipat dalam dua semester.
Omzet per tahunnya pasti bikin pengusaha mana pun berdecak kagum – mengingat awal mula sepak terjangnya – karena tak kurang dari Rp 20 miliar per tahun dapat ia bukukan.Belum lagi dari kontrak pre periodik terbarunya menambah Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar ke bisnisnya.
Elang Gumilang, mahasiswa sederhana dari IPB – kampusnya petani- anak H. Enceh dan Hj.Priani, kini mempekerjakan ratusan karyawan pada setiap proyeknya. Sekitar 30 tenaga administrasi dan 100 pekerja di setiap proyek siap membantunya. Elang-lajang kelahiran Bogor , 6 April 1985 telah mengepakkan sayap bisnis sejauh yang ia bisa, dan terbang setinggi yang dapat ia capai.
‘Otot dan Otak Bisnis
Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada, namun bergaya hidup bersahaja. Pendidikan moral dari orangtuanya tertanam baik.
Ajaran itu terus berurat akar dalam dirinya. Sebagai pelajar sekolah, ia termasuk siswa gemilang. Jiwa wirausaha Elang mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMU. Ia mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta untuk modal kuliah. Tanpa sepengetahuan orangtua, ia berjualan donat keliling ke sekolah-sekolah dasar di Bogor. Namun, akhirnya orangtuanya tahu juga. Elang disuruh berhenti berjualan karena UAN (Ujian Akhir Nasional) telah menjelang.
Dilarang berjualan donat , pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se Bogor ini tertangtang mencari uang dengan cara lain. Pada 2003 , ketika fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competition se Jawa, Elang mengikutinya dan berhasil memenanginya . Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang sukses menjadi juara ketiga. Hadiah uang yang diperolehnya, ia kumpulkan untuk modal kuliah.
Setelah lulus SMU , Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB tanpa tes. Saat itulah, bermodalkan uang sejuta rupiah, ia kembali berniat untuk memiliki sebuah usaha.
Awalnya, uang itu ia belanjakan sepatu, yang lantas dijual di Asrama Mahasiswa IPB. Hanya perlu waktu sebulan , ia sudah bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Sayang, setelah berjalan beberapa tahun, supplier yang digunakannya menurunkan kualitas sepatu. Bisnis sepatu pun sirna. Ia melihat, lampu-lampu redup di kampus IPB sebagai peluang bisnis pengadaan lampu. Elang mencoba menerapkan strategi bisnis tanpa modal. Ia mengisahkan hikayat seorang pemuda miskin di Amerika Latin. Setiap hari si pemuda melambaikan tangan pada seorang pengusaha tembakau kaya raya dari Amerika yang sedang bertandang. Pada awalnya, lambaian tangan itu tidak dipedulikan. Namun, karena selalu berulang, pengusaha tembakau itu penasaran dan menanyakan maksud sang pemuda. Jawab si miskin adalah ” Saya punya tembakau berkualitas bagus . Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak”. Setelah mendengar jawaban tersebut ,si pengusaha kaya lalu mebuatkan tanda tangan dan stempel kepada pemuda tersebut. Dengan modal itu, sang pemuda mengumpulkan hasil tembakau di kampungnya untuk dijual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka , jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.
Strategi inilah yang ditiru Elang. Bermodal surat dari kampus, ia melobi perusahaan lampi Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,” Ucapnya bangga. Namun, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, terpikir oleh Elang untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang menekuni jualan minyak goreng ke warung-warung . Tapi karena bisnis minyak ini 80 % menggunakan otot, sehingga mengganggu kuliah, ia memutuskan untuk berhenti berjualan.
Menyimak perjalanannya, Elang mengaku bahwa bisnis demi bisnis yang dilakukannya lebih banyak menggunakan otot dari pada otak. Ia lalu berkonsultasi ke beberapa pengusaha dan dosennya untuk memperoleh wawasan lain. Enlightment lalu ditemukannya. Bisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang bisnis yang tidak menggunakan otot.
Setelah mendapat berbagai masukan, ia merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. Karena lembaga kursus itu ditangani secara profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra. Karena dalam bisnis ini ia tidak terlibat langsung, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketer perumahan.
UNTUK ORANG LAIN
Sebenarnya , tanpa beralih ke bisnis properti, untuk dirinya sendiri, Elang tidak bisa dibilang kurang mapan. Pemuda antirokok ini sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun dibalik keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang . “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi yang saya cari di dunia ini ?” ia berdialog dengan nuraninya.
Ilham dari atas diperolehnya. Bisnis propertilah yang ditunjukkan Tuhan kepadanya. Namun,bisnis properti yang ditujukan untuk orang miskin lebih karena hatinya ikut tersentuh.”Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun. Biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan yang kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah.”unkapnya pada sebuah kesempatan.
Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri Elang hanya mengiklankan di koran lokal . Karena harganya yang relatif murah , pada tahap awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplet, seperti klinik 24 jam,angkot 24 jam,rumah ibadah,sekolah,lapangan olahraga, dan juga dekat dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah, kebanyakan profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staff tata usaha (TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.
Sukses yang sudah ditangan tidak membuat Elang lupa diri. Justru, ia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam setiap proyek ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal.”Uang yang 10 persen itu saya masukkan BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan) pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang kurang modal,”Bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki mengandung hak orang miskin yang wajib dibagi. Selain menyisihkan 10 persen dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan kepada fakir miskin. Pendirianya;sedekah tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah kontinuitas dari sedekah tersebut.
Masih banyak sebenarnya yang ingin Elang lakukan . Diantaranya, ia bercita-cita ingin mendirikan perusahaan yang dapat mempekerjakan 100 ribu orang. Elang Gumilang, masih akan terus mengepakkan sayapnya.*****
Tulisan inspiratif ini diambil dari buku “Wirausaha Muda MANDIRI” ketika anak sekolah berbisnis oleh Prof Rhenald Kasali,Ph.D.
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Kisah Sukses Dan Inspirasi Bob Sadino

By Unknown | At 21.27 | Label : | 0 Comments
 Kisah Bob Sadino, tokoh inspiratif ini telah menciptakan banyak perubahan. Khususnya dalam orang memandang potensi usaha bidang pertanian. Pada kali ini kami akan menceritakan titik balik kisah sukses bob sadino untuk menjadi rujukan pembaca semua.
Kisah Sukses Dan Inspirasi Bob Sadino 
Bob Sadino Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran. Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya.

Ia kemudian juga merambah agribisnis khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur untuk dijual pada orang asing seperti orang Jepang dan Eropa. Hubungan baikdengan orang-orang asing inilah yang kemudian makin membesarkan usahanya hingga ia akhirnya juga memiliki usaha daging olahan Kemfoods. Dalam menjalankan setiap usahanya, Bob selalu menyebut dirinya tak punya kunci sukses. Menurutnya, uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan kesempatan dan berani mengambil peluang.

Bob menyebut, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir membuat rencana sehingga tidak segera melangkah. Padahal, intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran dan keluhan pelanggan. Bob membuktikan sendiri, ia yang hanya bermodal nekad, tapi berlandaskan niat dan keyakinan, serta kerja keras pantang menyerah, tanpa teorisukses ia pun bisa jadi seperti sekarang. Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap orang bisa sukses asal mau membayar ”harga” dengan perjuangan tanpa henti.

Di Balik Kisah Sukses Bob Sadino

Kisah sukses Bob Sadino banyak diceritakan dalam berbagai aktivitas pemberian training dan motivasi pada para calon pengusaha. Bahwa latar belakang keluarganya yang berkecukupan, memang itu sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Namun Bob Sadino bukanlah manusia yang gemar memanfaatkan kekayaan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Melainkan berawal dari 50 ekor ayam ras yang dipeliharanya saat Bob Sadino sudah berada di titik terendah kehidupannya, dengan menjadi seorang kuli bangunan.

Siapa Bob Sadino?

Bob Sadino sendiri adalah anak seorang guru yang lahir di Tanjungkarang Lampung pada 9 Maret 1933. Satu mobil lagi disewakannya dan Bob sendiri yang menjadi sopir mobil tersebut. Akibat kecelakaan mobil yang parah, Bob jatuh bangkrut karena tidak memiliki uang untuk memperbaiki mobil tersebut. Dari telur yang dihasilkan, dijajakannya secara keliling khususnya pada para warga asing yang banyak tinggal di kawasan Kemang. Kelebihannya dalam berbahasa Inggris menjadi salah satu kelebihan tersendiri bagi Bob dan istrinya dalam memperoleh pelanggan warga asing.

Meski demikian, tak jarang banyak komplain yang tidak menyenangkan yang diterima Bob. Namun itu semua justru menjadikannya lebih baik dalam memberikan pelayanan dan akhirnya banyak pelanggan yang puas atas jasanya. Pada tahun 1969, berdirilah supermarket pertama miliknya yang bernama Kem Chick. Bahwa untuk memulai sebuah usaha, tidak perlu terlalu banyak berpikir, yang paling utama adalah berani bertindak.

Satu kelebihan dari anak guru ini, di tengah harta yang melimpah Bob selalu merendahkan diri dan mau untuk mendengarkan orang lain. Ia merupakan seorang wirausahawan yang mengawali usahanya dari bawah, ia bukanlah berasal dari keluarga berada dan bukan berasal dari keluarga seorang wirausaha. Berbagai pekerjaan ia lakukan demi menghidupi keluarganya, ia juga pernah jadi kuli bangunan yang upah per harinya Rp 100.

Suatu ketika teman Bob memberi saran agar ia memelihara ayam untuk menghilangkan pikiran yang membebani hidupnya. Dari situ ia medapat ilham bahwa ayam saja dapat berjuang untuk hidup kenapa manusia tidak. Dalam setengah tahun ia telah memiliki pelanggan yang banyak. Selain itu Bob dan istrinya mahir berbahasa Inggris sehingga pelanggan mereka kebanyakan orang asing yang banyak yang bertempat tinggal di Kemang, Jakarta.

Sering sekali Bob dan istrinya ini dimaki para pelanggan bahkan pembantu orang asing pun. Mereka akhirnya menyadari kesalahannya dan meningkatkan mutu pelayanannya dan perubahan Bob berubah dari seorang feodal menjadi pelayan. Lama kelamaan ia menjadi pemilik tunggal supermarket Kem Chicks, dan ia pun selalu menunjukkan penampilan yang sederhana, yaitu dengan memakai celana pendek dan kemeja yang berlengan pendek.

Kesuksesan itu diraihnya dan memulai mengembangkan agribisnis terutama pada tanaman holtikutura. Menurutnya uang bukanlah hal yang utama, yang terpenting komitmen,kemauan,menangkap peluang dan mencarinya. Bob merupakan orang yang luwes, selalu bersedia mendengarkan keluhan dan saran para pelanggannya. Dengan cara itu ia meraih simpati dari pelanggannya. Mulanya ia selalu menghadapi kegagalan dan menghilangkan depresi pada Bob, ia mendapat ayam sejumlah 50 ekor pemberian Sri Mulyono Herlambang, kenalannya.

Dari sinilah usahanya berkembang, mulai ia menjadi pemilik tunggal Kem Chiks lalu merambah menjadi pengusaha sayur yang bersimstem hidroponik. Lalu ada Kem Food , yaitu sebuah pabrik pengolah daging yang berada di Pulogadung dan usaha lain miliknya yang tersebar di beberapa daerah. Perjalanan hidup yang dijalani Bob sadino tidaklah terus berjalan lancar, pasti rintangan yang berat pernah dihapinya juga. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya.

Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran. Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja.
Totalitas Bob memang patut diacungi jempol, apalagi mengingat lika-liku jalan hidup yang telah ditempuhnya. Rahasia, tidak selalu berkonotasi jelek, karena yang ini justru rahasia baik, yang penting untuk anda ketahui, pembaca WK. Rahasia ini begitu pentingnya sehingga saya mesti hati-hati mengutarakannya, takut yang memiliki rahasia marah atau mensomasi saya.

Sebelum bercerita tentang rahasia kesuksesan Bob Sadino, saya ingin bercerita tentang rahasia-rahasia lainnya yang ringan-ringan, yang pernah saya dengar. Di Kampung saya, daeah urban yang kini disesaki industri, Kawasan Selatan Gresik, Jawa Timur, ada seorang penjual bakso keliling yang setiap sore selalu ditunggu-tunggu oleh pelanggan. Jika dihitung-hitung, sudah lebih dari 15 tahun ia berjualan bakso.Iapun menceritakan, bagaimana ia setiap hari mencoba membuat bakso terbaik dan rasa terenak sesuai yang diinginkan pelanggan.

Untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, caranya, ia selalu mendengar apa saja yang dikeluhkan pelanggan, mulai dari kuah yang anyep, bakso yang kurang empuk, hingga omela-omelan lain yang sering diucapkan pelanggan. Rasa baksonya yang enak rahasianya terletak pada campuran daging, dan bahan lain dengan adonan yang tepat. Rasa kuahnya yang sedap terletak pada perlakuan pemberian bumbu-bumbu dan kaldu yang tepat, serta pengapian saat memasak. Dan tentu saja banyak rahasia-rahasia lainnya yang tidak mungkin saya ceritakan di rubrik sebanyak satu halaman ini.

“Bolehkah resep ini saya bawa ke Jakarta?. Yang tidak saya duga jawabannya : , “saya ingin membahagiakan tetangga-tetangga saya, orang-orang kampung saya untuk menikmati bakso terlezat yang tidak ada duanya,” ujarnya. Saya yang berkali-kali hadir mendengar penuturan Bob, sering mendengar kalimat yang sama, namun setiap waktu penekannya berbeda. Peserta yang hadir jumlahnya ratusan yang sangat antusias. Seorang bertanya : Apa kiat sukses Bob Sadino?

Cerita Bob bergulir kembali, mengawali usaha di zaman bahulea, zaman ketika Bob masih susah dengan berjualan telor ayam bersama istrinya ke perumahan-perumahan, menawarkan satu persatu telor tersebut kepada pelanggan yang dikenalnya di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Bisa dibayangkan seseorang yang memiliki kepiawaian berjualan dengan pemahaman bahasa internasional yang mumpuni, seperti bahasa Inggris dan Jerman, akan membuat Bob berbeda dari yang lainnya. Rahasia itulah yang paling besar yang mengantarkannya menuju sukses sekarang.

Kisah Inspiratif Wong Ndeso Yang Menjadi Pengusaha Sukses (Abdul Rahman Tukiman)

By Unknown | At 21.17 | Label : | 0 Comments
Hasil gambar untuk anak gunung
Bocah gunung yang satu ini masa kecilnya dijalani dengan kemiskinan. Beruntung, dari usaha berdagang bakso malang ia kini mejadi pengusaha sukses. Masa kecilnya dilalui di suatu dusun kecil yaitu desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Jawa timur. Bapak Abdul Rahman Tukiman dilahirkan pada tanggal 4 April 1961 dari pasangan Bapak Saimun dan Ibu Paijem ini, masa kecil bisa dibilang dilalui dengan cukup berat karena penuh dengan penderitaan. Namun kegetiran tersebut tidak lantas terus diratapi olah Cak Man begitu sapaan akrab Abdul Rahman Tukiman. Justru menjadi cambuk. Seiring usianya beranjak ramaja, berbekal tekad yang kuat anak ke 5 dari 8 bersaudara ini kemudian terlecut hatinya untuk keluar dari kemiskinan dengan meninggalkan desa tercinta untuk mengadu nasib di kota. Tiba-tiba ada seorang pengusaha Bakso bernama Bapak Sumaji tengah mencari pemuda desa untuk diajak bekerja di Malang. Mendengar itu Cak Man tanpa pikir panjang pekerjaannya lantas menyambut tawaran tersebut. Meski terasa berat meninggalkan Ibu dan keluarganya, langkah Cak Man tetap mantap untuk bekerja di Kota. Pertama menginjakkan kaki di Malang, semua pekerjaan dilakoninya. Mulai dari membantu memasak bakso, mencuci peralatan masak sampai menyiapkan bakso di rombong/gerobak-bakso yang akan dibawa juragannya berjualan keliling.Lama-lama pekerjaan itu membosankannya, akhirnya ia pun berniat untuk ikut jualan Bakso keliling juga. "Pertama kali jualan tahun 1980 ketika masih berusia 19 tahun senang banget rasanya," kisahnya. Tidak diduga, hasil jualan baksonya ternyata laris manis. Alhasil, sejak saat itu berjualan bakso. Setelah melewati masa-masa susah dan senang berjualan bakso ditambah pengalaman ikut bersama 3 juragan, terpikir dalam hati Cak Man untuk berjualan sendiri. Karena setelah dihitung-hitung ternyata berjualan sendiri bakso sangat menguntungkan. Waktu itu Cak Man tidak memiliki uang sama sekali untuk modal usaha. Baru pada 1984, bermodalkan hasil tabungannya selama 2 tahun sebesar Rp 77 ribu, Cak Man memberanikan diri membuka warung bakso. "Mulailah tahun itu saya berjualan bakso sendiri," ujarnya. Prinsipnya pada waktu itu sederhana, "Seperti orang belajar silat," katanya. Berbekal pengalaman bekerja pada 3 juragan bakso yang masing-masing memiliki jurus andalan, tentunya ia juga bisa uga memiliki jurus ampuh yang merupakan penggabungan dari ketiga jurus andalan 3 pendekar tersebut. "Dengan mengkombinasikan kelebihan dari 3 juragan tersebut, saya yakin bahwa bakso buatannya menjadi jauh lebih unggul dan digemari masyarakat," imbuhnya lagi. Seperti halnya usaha-usaha lainnya, pada hari-hari pertama diwarnai ketidak-menentuan, hari ini ramai, hari berikutnya sepi. Menghadapi kondisi seperti ini, bukan malah menyurutkan hati Cak Man untuk berhenti berjualan tetapi makin menambah semangatnya untuk bagaimana membuat baksonya enak dimata pelanggan. Kerja keras dan keuletannya membuahkan hasil. Warung baksonya setiap hari dibanjiri pelanggan. Cabang-cabang lain pun kemudian didirikannya. Kesuksesan lambat laun diraihnya Cak Man. Sampai akhirnya ia memfranchisekan usahanya dan pada Februari 2007 mendirikan PT Kota Jaya, untuk mengurusi manajemen usaha baksonya agar lebih modern. Hebatnya lagi, kini setelah 23 tahun usaha baksonya berjalan, ia telah memiliki 57 buah gerai dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Dengan asumsi setiap gerai mempekerjakan 16 karyawan (di luar pemilik gerai), maka dengan 60 gerai yang ada saat ini, wong ndeso Cak Man mampu menampung jumlah tenaga kerja sebanyak : 57 x 16 = 960 orang. Tidak hanya itu, kemana-mana ia kini sudah tidak lagi jalan kaki atau naik sepeda onthel. Ia sudah bisa naik mobil mewah lengkap dengan driver yang selalu siap mengantar kemana ia pergi. Rumahnya pun sangat besar terdiri dari dua lantai seluas 1000 m2. Meski semua telah diraih, Cak Man tak lantas lupa dengan asal muasalnya yang wong ndeso dan katro. Ia masih rendah hati dan santun terhadap siapapun.

Disamping itu, ia juga berhasil membuka gerai baru di Jl. Ciliwung, Jl. Mayjen Wiyono dan di beberapa tempat lain di kotamadya Malang. Dari sinilah akhirnya mendudukkan Cak Man dengan Bakso Kotanya sebagai pedagang bakso-malang papan atas yang memiliki gerai terbanyak. Tidak hanya itu, Cak Man kemudian juga mampu membeli rumah di Jl. Kedawung II/11. Rumah baru tersebut disamping sebagai tempat tinggal juga sebagai tempat memasak dan penampungan para karyawannya.
Meski berasal dari desa di lereng gunung, Cak Man memiliki visi kedepan yang sangat kuat. Cak Man berkeyakinan bahwa setiap orang harus punya cita-cita dan untuk menggapainya perlu usaha yang sungguh-sungguh dibarengi dengan kemauan belajar kepada siapapun.
"Kunci saya membangun usaha hingga sebesar adalah senantiasa meningkatkan mutu dan layanan, membuat inovasi baru (semula hanya 6 varian saat ini sudah 22 varian), sering mengikuti kegiatan pelatihan, mematenkan merek dagang dan menerapkan manajemen modern," ujarnya.
Lebih dari itu yang tak kalah penting dan selalu dipegang teguh Cak Man adalah selalu berpikir untuk jangka panjang. "Dahulu kalau hanya berjualan bakso tradisional, saya tidak perlu melakukan macam-macam. Sekarang, tidak bisa diam begitu saja.
Sekarang, Bakso Kota Cak Man sudah memposisikan diri sebagai salah satu resto cepat saji asli Indonesia yang berjuang untuk dapat bersaing dengan resto cepat saji mancanegara seperti KFC, McDonald, Hoka-hoka Bento dan lain sebagainya. Jadi, saya harus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan

Sidik Pemilik Kerupuk Gurame Kisah Sukses Pantang Menyarah

By Unknown | At 09.50 | Label : | 0 Comments

  Ia telah menjadi tokoh inspiratif bagi setiap penyandang difable di Indonesia. Ini cerita tentang ketekunan serta kerja kerasnya dalam mencari penghidupan. Terlahir tanpa kaki, Sidik tak pernah lepas dari kata bersyukur. Dia tau setiap menusia hanya menjalankan jalan- Nya. Ia terlahir dari keluarga miskin dan untuk menghidupi keluarganya, kedua orangnya berjualan warung kecil- kecilan. Ia terlahir sebagai anak keenam dari sepuluh bersaudara.

Dan, ketika anda mungkin bertanya tentang keadaan jasmaninya, dia langsung menjawab "Alhamdulillah, sejak lahir saya sudah begini."

Perjuangan hidup


Ketika akan melahirkan Sidik, ibunya pernah bermimpi bahwa ia akan melahirkan seorang anak yang cacat. Dia kala itu juga mendapatkan pasan, anak cacat itu akan membawa berkah untuk keluarga. "Alhamdulillah, tak lama setelah saya lahir, kata almarhum ibu, ayah saya langsung mendapatkan pekerjaan tetap, sehingga bisa membiayai pendidikan seluruh anak- anaknya hingga SMA," kata Sidik ditemui di rumah sederhananya, di bilangan Cempakan Putih.

Sidik memang lahir dalam keadaan fisik yang tak sempurna. Namun, ia selalu tawakal, maka Tuhan pun selalu memberinya yang terbaik. Ia memang tidak memiliki dua kaki hingga pangkal paha. Tubunya seperti separuh, namun semangat hidupnya tinggi. Dengan sebuah kursi roda, Sidik bisa bergerak lincah bahkan bisa mengendarai sepeda motor. Sepeda motor yang telah dimodifikasi sehingga hanya memerlukan tangan. Dia memanfaatkan kendaraan itu untuk bisnisnya kini.

Meski sejak kecil keadaannya sudah begitu, Sidik kecil tak pernah merepotkan orang tuanya. Ia selalu mencoba melakukan sagala hal sendiri. Dia bahkan tak mau dipapah atau digendong. "Saya tak mau dikasihani orang, saya ingin sukses bukan karena orang kasihan pada saya, tetapi karena kerja keras saya." katanya tegas. Ketika memasuk tahun 1992, Sidik bertemu jodohnya, seorang wanita bernama Siti Rahmah yang juga penyandang difable. Meski keduanya sama- sama tak sempurna, ketiga anaknya yang lahir sehat dan normal.

Belakangan anak kedua mereka meninggal karena kecelakaan.

Bisnis mandiri


Setelah bekerja bertahun- tahun di yayasan Swa Prasidya Purna, merasa tak mendapat materi yang berarti, Sidik memilih keluar dari tempat kerjanya. Bermodal ijasah diploma, ia diterima bekerja sebagai di sebuah perusahaan sebagai staf personalia. Tapi belum lama bekerja, krisis 98 menghantam membuatnya harus siap berhenti bekerja. Maka dimulailah periode Sidik hidup sebagai pengangguran baru. Tapi ia tak mau lama- lama menganggur. Dia mulai mengikuti berbagai kursus ketrampilan yang diadakan oleh Pemda DKI untuk penyandang cacat.

Salah satu kursus yang menjadi perhatiannya yaitu kursus membuat kerupuk dari singkong. "Dari belasan orang peserta, hanya satu- satunya orang yang masih bertahan membuat krupuk sampai sekarang. Yang lain, tumbang," ujar Sidik.

Modalnya cuma satu juta rupiah itupun diberikan oleh Pemda DKI. Bersama istrinya, Sidik memulai bisnis pertamanya yaitu membuat kerupuk singkong. Kala itu produk kerupuknya dibuat secara seadanya dari segi pengemasan terangnya. Tapi bukan tentang kualitas produknya. Sidik paham betul tentang hal tersebut. Ia serius bahkan memproduksi 100 bungkus kerupuk yang berukuran 2 ons masing- masing. Kerupuk yang dibuat murni dari singkong seberat 10 kilogram.

"Namanya juga pertama, kerupuk dagangan saya baru habis setelah sebulan lebih," kenang Sidik. Proses pembuatan kerupuk singkong bisa dibilang lebih rumit dibanding pembuatan keripik singkong. Jika keripik singkong cukup mengiris singkong tipis- tipis lalu digoreng, kerupuk singkong lebih lama. Pertama kali, Sidik mengupas kulit lalu memarutnya hingga lembut. Perutan itu kemudian diubah menjadi adonan dengan campuran sedikit bumbu dan tepung barulah dibentuk. Adonan itu oleh Sidik dibentuk memanjang seperti singkong utuh, kemudian dijemur di panas matahari.

Setelah adonan itu sedikit liat barulah diangkat kemudian diiris. Irisan tipis itu tidak lantas digoreng masih ada satu tahapan lagi. Sidik harus menjemur kembali kerupuk itu selama dua hari di panasa matahari. Setelah itu, kerupuk telah siap untuk digoreng hingga matang. Kenapa begitu lama? Ini untuk membuat kerupuknya bisa bertahan lama dan lebih gurih tentunya. Dari hanya 10 kilogram singkong, Sidik sekarang mampu merubah menjadi 50 hingga 100 kilogram singkong menjadi kerupuk.

Ia kini memiliki merek dagang sendiri untuk produknya. "Saya beri nama merek Cap Gurame, ini sama sekali tidak ada hubungannya sama ikan gurame, tetapi gurame adalah singkatan dai Gurih, Renyah, Enak," katanya sambil tersenyum. "Kalo nanti ada biaya, merek ini saya mau patentkan," tambahnya. Semua pekerjaan dan proses pembuatan ia kerjakan sendiri dibantu sang istri. Setiap hari, tanpa kenal lelah, ia sendiri pergi untuk menawarkan kerupuknya ke warung- warung dan koperasi- koperasi di kantor pemerintah.

"Saya menggunakan sistem konsinyasi atau titip jual, harga dari saya empat ribu, terserah mereka menjualnya berapa, tapi bisanya mereka jual lima ribu rupiah." kata Sidik.

Buah kesabaran


Usaha yang telah ditekuni sejak 1999 ini, memang belum terlihat memberikan materi berarti. Sidik masih saja hidup di gedung bekas tempatnya bekerja di Campaka Putih, Jakarta Pusat. Rumahnya pun masih terdiri dari tiga petak yang disekat papan triplek termasuk di dalamnya ruang pembuatan kerupuk "Cap Gurame". Beruntung ada seorang pengusaha lokal yang melihat kegigihan Sidik. Ia pun menyumbang sebuah sepeda motor agar Sidik bisa bekerja lebih maksimal.

"Namanya juga tidak punya kaki, saya sempat bingung juga, bagaimana mengendarainya?" Tak kehilangan, ia memodifikasi ulang motor tersebut agar tuas perseneling dapat dioperasikan hanya dengan tangan. Dengan bantuan tukang las, jadilah motornya mempunyai tuas besi di bagian perseneling dan rem. Tambahan lain seperti gerobak di sisi kanan, fungsinya untuk mengangkut muatan serta keseimbangan. Motor itu kini benar- benar membantu mobilitas produksinya.

Hingga saat ini, Sidik masih terus mengembangkan pemasaran produknya. Setipah hari ia terus sibuk pergi dari satu koperasi ke koperasi lain. Dia juga menyasara warung- warung hingga seluruh pelosok ibu kota, tentu dibantu sepeda motor uniknya. Bahkan kini, permintaan akan kerupuk Cap Gurame terus mengalir dari handphon Sidik. "Saya ingin sekali mendapat tambahan modal, atau minimal ada orang yang mau menjadi mitra usaha untuk mengembangkan bisnis ini. Saya punya mimpi suatu saat kerupuk saya ini dimakan sama orang Amerika." ujarnya.

Sidik mengaku masih kesulitan memasok produknya ke pasar modern seperti supermarket atau hipermarket. Usahanya harus jadi perseroan, bahkan harus menyediakan deposit uang; ini sulit baginya kini. Tak mau menyerah, ia memiliki prinsip bahwa Indonesia membutuhkan setidaknya 20% wirausahawan untuk seluruh penduduk Indonesia. Dia tak mau menyarah menjadi pengusaha. Maski bisnisnya hany menghasilkan untung berkisar 1 juta- 2 juta per- tahun, Sidik masih bersemangat untuk mengembangkan usahanya.

Kisah Sukses Chairul Tanjung

By Unknown | At 09.45 | Label : | 0 Comments
Chairul Tanjung Pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 Pengusaha sukses asal indonesia ini dikenal luas sebagai pendiri sekaligus   pemimpin, CT Corp (sebelum 1 Desember 2011 bernama Para Group)
.
Karier dan kehidupan
Chairul lahir di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama di sebuah surat kabar kecil. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena tulisannya dianggap berbahaya dan berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.


Setelah lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, Chairul melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia (fakultas kedokteran gigi). ketika kuliah dia dikenal sebagai murid yang sangat baik hal ini terbukti saat ia mendapat
penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional periode 1984-1985.



Naluri pengusaha mulai muncul dalam dirinya saat ia menjadi Mahasiswa, untuk membiayai kuliahnya yang cukup besar dia berjualan buku kuliah stensilan dan kaos selain itu Ia juga pernah membuka usaha foto kopi dikampus. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi usahanya ini tidak berhasil,

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia, Chairul bersama tiga rekannya  mendirikan PT Pariarti Shindutama  pada tahun 1987. Dengan modal awal Rp 150 juta dari Bank Exim,  (PT Pariarti Shindutama adalah perusahaan yang kegiatannya memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor). Karena Kerja keras yang luar biasa perusahaan tersebut mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena ada masalah internal dalam perusahaan (perbedaan visi tentang ekspansi usaha), Chairulpun memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.

Beliau sangatlah piawai dalam membangun jaringan dan berorganisasi hal inilah yang membuat bisnisnya semakin berkembang. Setelah keluar dari PT Pariarti Shindutama Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: yaitu keuangan, properti, dan multimedia. 

Kemudian ia pun mendirikan sebuah kelompok perusahaan dengan nama Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai fatherholding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo(media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).
Di bawah para group, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di berbagai bidang diantaranya :

Para Group mempunyai beberapa unit usaha, yaitu:
  • Mega Corpora
    • Perbankan
      • PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)
      • PT Bank Syariah Mega Indonesia (Bank Mega Syariah)
    • Asuransi
      • PT Asuransi Jiwa Mega Life
      • PT Asuransi Umum Mega
    • Pasar modal
      • PT Mega Capital Indonesia
    • Pembiayaan
      • PT Para Multifinance
      • PT Mega Auto Finance
      • PT Mega Central Finance
  • Trans Corp
    • Trans Corpora Media
      • PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)
      • PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)
      • PT Agranet Multicitra Siberkom (DetikCom)
    • PT Trans Lifestyle
      • PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk
      • PT Trans Fashion
        • PT Trans Mahagaya
          • PT Mahagaya Perdana (Prada, Miu Miu, Tod’s, Aigner, Brioni, Celio, Hugo Boss, Francesco Biasia, Jimmy Choo, Canali, Mango)
      • PT Trans F&B
        • PT Trans Coffee (The Coffee Bean & Tea Leaf)
        • PT Trans Ice
          • PT Naryadelta Prarthana (Baskin Robbins)
      • PT Metropolitan Retailmart (Metro department store)
      • PT Trans Airways
      • PT Trans Rekan Media
      • PT Trans Entertainment
    • PT Trans Property
      • PT Para Bandung Propertindo (Bandung Supermal)
      • PT Batam Indah Investindo
      • PT Karya Data Mandiri
      • PT Mega Indah Propertindo
      • PT Para Bali Propertindo
      • PT Trans Studio
        • PT Trans Kalla Makassar (Trans Studio Resort Makassar)
        • Trans Studio Resort Bandung
    • PT Trans Retail
      • PT Carrefour Indonesia
  • PT CT Global Resources
    • PT Para Inti Energy
    • PT Para Energy Investindo
    • PT CT Agro
    • PT Kaltim CT Agro
    • PT Kalbar CT Agro
    • PT Kalteng CT Agro
    • PT Arah Tumata
    • PT Wahana Kutai Kencana
Prestasi Para Group antara lain : di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp., membeli sebagian besar saham Carefour, yakni sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal12 Maret 2010 di Perancis.


Majalah ekonomi ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010. menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar. Tahun 2011, menurut Forbes Chairul Tanjung menduduki peringkat 11 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan US$ 2,1 miliar .
Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam 

Riwayat Pendidikan
Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.
SD Van Lith, Jakarta (1975)
SMP Van Lith, Jakarta (1978)
SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
Executive IPPM (MBA; 1993)

Pemikiran
Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting.
Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.
Menurut Chairul, modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Baginya, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Baginya, membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring (networking) dalam menjalankan bisnis.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha,seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung.

Buku 
kisah hidup chairul tanjung telah ditulis dalam sebuah buku yang berjudul “si anak singkong” buku ini megisahkan tentang perjalanan hidup chairul tanjung dari kecil hingga sukses seperti saat ini, Buku setebal 360 halaman yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas (PBK) ini disusun oleh wartawan Kompas Tjahja Gunawan Adiredja. Buku ini diberi kata pengantar oleh Jakob Oetama, Pendiri dan Pemimpin Umum Harian Kompas, 
Biografi Chairul Tanjung diawali dengan kisah bagaimana di tengah keterbatasan kondisi ekonomi keluarga, ia mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kedua orangtua sangat tegas dalam mendidik anak-anaknya,  Orangtuanya mempunyai prinsip, “Agar bisa keluar dari jerat kemiskinan, pendidikan merupakan langkah yang harus ditempuh dengan segala daya dan upaya.” Apa pun akan mereka upayakan agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan tinggi sebagai bekal utama kehidupan masa depan.
Buku ini bisa anda dapatkan di toko buku gramedia dengan harga Rp 58.000,-
buku karya penulis buku ini diberi judul si anak singkong karena saat masih anak-anak chairul sering diejek teman-temannya dengan sebutan anak singkong yang artinya anak kampungan, tapi kini kenyataannya si anak singkong telah berubah menjadi seorang pengusaha yang luar biasa, jadi apalah arti sebuah nama.

Kisah Sukses Pengusaha Muda dengan Bisnis Modal Kecil, Sangat Inspiratif !!! -

By Unknown | At 09.39 | Label : | 0 Comments
Kesuksesan bisa di raih oleh siapa saja, bukan hanya laki - laki, perempuan juga memiliki kesempatan yang sama untuk meraih keberhasilan. Bukan hanya para orangtua yang katanya lebih berpengalaman orang muda juga berkesempatan untuk sukses lebih dini seperti yang terjadi pada rekan kita Ahmad Anggoro.

Kisah Sukses Pengusaha Muda dengan Bisnis Modal Kecil,


Ahmad Anggoro, kini berusia sekitar 23 tahun. Pemuda yang lahir pada tanggal 9 september 1991 silam, ternyata mampu meraih kesuksesan lebih cepat di bandingkan kebanyakan orang lain. Di usianya yang masih terbilang muda, pria kelahiran Kediri ini mampu menjadi pengusaha sukses dengan omzet ratusan juta rupiah perbulan dari peluang usaha clothing yang telah ia jalani sejak tahun 2010. Lalu seperti apa kisah pemuda sukses ini?

Ahmad anggoro hanyalah seorang lulusan SMK swasta yang merupakan anak sulung dari sepasang suami istri yang tidak kaya. Berasal dari keluarga yang biasa - biasa saja membuat pemuda ini nekad merantau ke Jakarta. Dengan hanya bermodalkan ijazah SMK dan uang seadanya, ia kemudian mencoba peruntungannya di kota metropolitan di Jakarta. Sesampainya di Jakarta, beliau kemudian tinggal di sebuah kontrakan kecil di Jakarta Timur.

Harapan untuk sukses di kota Jakarta memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebelum ia sukses, ia pernah bekerja sebagai buruh pabrik kayu. 2 Bulan bekerja di pabrik tersebut, beliau kemudian menjadi penjaga warnet dengan hasil bulanan sekitar Rp. 700.000,- / bulan. Dengan gaji sekecil itu tentu sangat kurang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya di Jakarta. Ia berpikir keras, peluang usaha apakah yang sekiranya dapat ia jadikan usaha sampingan agar ia bisa sukses.

Satu fakta yang ia sadari adalah Ahmad memiliki kemampuan menggambar. Ia menyadari bahwa potensi yang di milikinya adalah dalam hal grafis atau menggambar. Dari sini timbul ide untuk menjalankan usaha clothing. Setelah melakukan survey pasar, Ahmad menyimpulkan bahwa usaha clothing atau pembuatan pakaian. Ia menyimpulkan bahwa usaha pembuatan pakaian masih memiliki potensi yang sangat besar untuk di jalankan karena banyaknya peminat terlebih para anak muda yang gemar mengoleksi kaus atau pakaian. Dari sinilah kemudian cerita suksesnya bermula.

Dengan modal 2 juta yang ia dapatkan dari hasil menabung gaji di warnetnya selama satu tahun. Ia kemudian terjun ke dunia bisnis bagian clothing. Karena ia tidak memiliki pengalaman di bidang sablon dan sebagainya, beliau berinisiatif untuk belajar secara otodidak. Dan kemudian dia berhasil memproduksi kaos dengan labelnya sendiri. Ia membeli kaos dalam jumlah besar kemudian ia membuat desain untuk kaosnya lalu mencari tukang sablon yang dapat mencetak gambar - gambar yang telah ia desain di kaosnya.

Kaos hasil kreasinya kemudian ia pasarkan kepada teman - temannya melalui lewat jejaring sosial atau selebaran. Setelah beberapa menjalankan bisnis ini, ia tak luput dari halangan dan rintangan. Tepatnya pada tahun 2010, di tahun pertamanya menjalankan bisnis kaos, ia rupanya mengalami kerugian besar karena uangnya di curi oleh salah satu sahabatnya sendiri, terlebih produk yang di hasilkan kurang laku di pasaran lantaran masih kalah dengan produk yang sudah lebih dahulu terkenal.

Kegagalan bukan berarti berakhir. Ahmad Anggoro tahu itu, ia tetap saja berusaha dan tak kenal menyerah. Berbekal dari pengalaman, ia kemudian berinovasi untuk membuat kaos dengan desain lebih modern, simple dan mengikuti trend perkembangan jaman saat ini.

Titik terang usahanya mulai kelihatan pada tahun  2011,Produk kaos yang ia hasilkan mulai di kenal orang dan permintaan juga mulai membanjir. Dengan beragama desain dan tampilan yang moedern, kaosnya mulai laku di pasaran dan menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Dengan biaya pembuatan sebesar Rp. 30.000 - Rp. 40.000, ia menjual kasonya seharga Rp. 100.000,- dengan kata lain untuk tiap item ia dapat menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 60 ribu hingga Rp. 70 ribu / item. Sementara penjualan kaos perbulannya dapat mencapai 60 - 70 item.

Seiring dengan kemajuan usahanya, ia mencoba berinovasi dengan menjual produk selain kaos seperti Tas, Dompet, celana dll. Kini, di usianya yang masih sangat muda, Ia telah mendapatkan omzet usaha sekitar Rp. 100.000.000,- perbulan. Tak hanya itu, secara tidak langsung pemuda asal Kediri ini telah membka lapangan kerja baru bagi 50 pekerja yang bekerja di tempat usahanya. Kini ia telah memiliki berbagai hal yang di inginkan oleh pemuda kebanyakan termasuk saya pribadi, mobil, istri, rumah pribadi dan tentunya memberangkatkan orangtuanya untuk melaksanakan ibadah haji.

RAHASIA BISNIS

Apa yang dapat kita simpulkan dari cerita di atas?
Kesuksesan Ahmad Anggoro dapat ia raih setidaknya karena beberapa hal diantaranya adalah :
1. Pintar melihat peluang
kemampuan untuk membaca peluang merupakan karakteristik seorang pengusaha. Seorang pengusaha yang sukses pastilah memiliki kemampuan untuk membaca peluang pasar kemudian mencoba untuk memanfaatkan peluang usaha tersebut.

2. Berani
Dengan hanya bermodalkan uang Rp, 2 juta hasil kerja di warnet, Ia berani mencoba menjalankan bisnis dengan resiko ia harus kehilangan uang tabungannya selama setahun.

3. Membaca diri
Anda harus tahu apa potensi anda. Kita tentu memiliki kekurangan, namun di sisi lain kita juga memiliki kelebihan, bakat dan potensi yang dapat kita latih untuk menghasilkan kesuksesan. Sayangnya, banyak sekali pemuda yang tidak mengetahui apa bakat terpendamnya, lebih parah lagi meskipun mereka tahu, mereka tidak mau berusaha untuk memanfaatkan bakar yang ia miliki utuk menghasilkan uang.

4. Pantang menyerah
Meskipun pernah rugi besar karena tidak laku dan pencurian yang di lakukan temannya. Ternyata tidak menyurutkan langkah Ahmad Anggoro, bukannya mundur namun menjadi bahan untuk tafakur. Dari kegagalan pasti ada hikmah yang apa bila kita dapat menyikapinya dengan benar akan menjadi salah satu kekuatan yang besar.

Minggu, 14 September 2014

Kisah Pendiri WhatsApp

By Unknown | At 08.51 | Label : | 0 Comments

Kisah Pendiri WhatsApp
Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.
Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.
Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.
Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.
Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.
Rezeki datang dari arah dan bentuk yang tidak terduga. Remaja miskin yg dulu dapat jatah makan itu kini jadi Triliuner

5 Pengusaha sukses dunia yang gemar bangun pagi

By Unknown | At 08.24 | Label : | 0 Comments
Beberapa pengusaha dan Chief Executive Officer (CEO) yang memimpin perusahaan-perusahaan kelas dunia ternyata mempunyai kebiasaan yang sederhana namun patut untuk diteladani atau diikuti. Bangun di pagi hari dapat membuat orang lebih mudah mencari rezeki. kalimat  itulah yang pantas disebutkan kepada pengusaha-pengusaha berikut ini

Mengutip laman Business Insider, Senin (1/9/2014), sebagian pebisnis yang terbilang sangat sukses tetap menjalani rutinitas bangun pagi sebelum pukul 05.00 pagi.

Siapa saja pengusaha yang mempunyai kebiasaan bangun pagi? berikut 5 pengusaha sukses yang suka bangun pagi




1. CEO Apple Tim Cook

Tim Cook mulai mengirim email perusahaan sekitar pukul 04.30 pagi. Pengusaha di bidang teknologi ini diketahui sangat gemar bangun pagi. Kemudian Jam 5 pagi dia sering terlihat sedang berolahraga di sebuah tempat kebugaran.

2. CEO Twitter Jack Dorsey

Dia terjaga pukul 05.30 pagi dan kemudian langsung melakukan meditasi. Setelah itu, pukul 06.00 pagi, dia lari-lari kecil di sekitar rumahnya.

3. CEO Disney Bog Iger

Iger mengaku selalu bangun pukul 04.30 setiap pagi.  Di pagi hari Iger mengaku selalu membaca surat kabar, berolahraga, mendengar musik dan menonton TV. Karena dia selalu bangun pukul 04.30 setiap pagi.

4. CEO Starbucks Howard Schultz

Meski melakukan sejumlah kegiatan setelah bangun tidur, dia mampu berada di kantor pukul 06.00 pagi. Sebelum itu Schultz memulai harinya dengan berolahraga. termasuk bersepeda dengan sang istri

5. CEO Pepsico Indra Nooyi

Indra Nooyi selalu bangun pukul 04.00 pagi dan sudah mulai bekerja kurang dari pukul 07.00 di kantor. Padahal bagi banyak orang, tidur merupakan sebuah anugerah. Tapi Nooyi mengatakan, Tuhan tidak memberinya anugerah tersebut. sehingga dia selalu bangun pagi.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Menu Blog

blogroll

Sponsored

,

Copyright © 2012. Detik Terupdate - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz